Fakta Sahih Daun Jantung

Fakta Sahih Daun Jantung - Tanaman invasif di mancanegara itu ternyata multikhasiat.

Secara empiris masyarakat tanah air memanfaatkan binahong-tanaman invasif atau cepat berkembang biak itu-untuk mengobati nyeri gigi, pembengkakan, nyeri kepala, panas dalam, asam urat, mag, sariawan, luka atau bekas operasi, diabetes, dan menurunkan kolesterol. Sementara masyarakat di Taiwan, menggunakan daun berbentuk jantung itu untuk mengatasi gangguan liver, diabetes mellitus, analgesik, dan sebagai antiinflamasi. Sejatinya berbagai riset membuktikan khasiat daun binahong.

bunga binahong

Periset dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dra Salmah Orbayinah Apt MKes dan Adhita Kartyanto, membuktikan manfaat binahong sebagai hepatoprotektor dan antioksidan. Salmah menguji sepuluh tikus putih jantan menjadi dua kelompok. Grup pertama sebagai kontrol mengonsumsi pakan dan 1 ml akuades setiap hari selama 12 hari. Kelompok kedua mengonsumsi pakan dan jus daun binahong berdosis tunggal 329,21 mg. Pemberian pakan dan jus secara oral setiap hari selama 12 hari.

Pelindung hati

Pada hari ke-13, Orbayinah menyuntikkan karbon tetraklorida kepada semua tikus untuk menginduksi kerusakan sel hati. Ia mengukur kadar alkalina fosfatase (ALP) dalam darah pada hari pertama dan 24 jam setelah perlakuan. Alkalina fosfatase adalah enzim hidrolase yang bertanggungjawab untuk membuang kelompok fosfat dari berbagai jenis molekul seperti nukleotida, protein, dan alkaloid.

Pada beberapa penyakit seperti sirosis, hepatitis, perlemakan hati, tumor hepar, dan intoksikasi obat biasanya terjadi peningkatan kadar ALP. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata ALP serum pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah perlakuan adalah 95,94 IU/l dan 110,15 IU/l, sedangkan pada kelompok perlakuan sebesar 92,65 IU/l dan

92,91 IU/l. Menurut Orbayinah yang berperan sebagai hepatoprotektor adalah kandungan antioksidan golongan polifenol, yaitu flavonoid.

Selain itu yang turut berperan adalah 59 mg vitamin C yang terkandung dalam setiap 100 g daun binahong. Flavonoid mampu mengubah atau mereduksi radikal bebas sekaligus sebagai antiradikal bebas. Senyawa antioksidan itu bekerja efektif karena mampu menetralkan radikal asam lemak dan radikal oksigen. Mekanisme antioksidan flavonoid dengan menekan pembentukan reaktif oksigen spesies (ROS). Itu adalah molekul kecil dan sangat reaktif karena memiliki elektron tidak berpasangan dan nilainya meningkat bila terjadi stres oksidatif.

Flavonoid menghambat terbentuknya metabolit reaktif yang dapat berikatan dengan makromolekul jaringan sehingga mencegah kerusakan jaringan. Vitamin C menetralisir radikal bebas dengan berubah menjadi radikal askorbat. Pada induksi karbon tetraklorida menyebabkan kehilangan satu buah elektron sehingga terbentuk radikal triklorometil dan ion klorida. Vitamin C yang pemurah itu lantas mendonorkan satu buah elektron sehingga kerusakan jaringan pun tercegah. Untungnya radikal askorbat bersifat sangat stabil. Meski kekurangan satu elektron, ia tak memicu kerusakan sel.

Unggul daripada vitamin E

Periset lain oleh dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr Muhammad Da’i MSi Apt dan Devi Ristian Octavia meneliti kemampuan daun binahong menangkap radikal bebas. Mereka mengekstrak daun binahong dengan pelarut petroleum eter, etil asetat, dan etanol. Dalam uji itu, mereka membandingkan aktivitas penangkap radikal bebas antara binahong dan vitamin E. Nilai IC50 atau nilai penghambatan 50% radikal bebas pada vitamin E sebesar 18,03 µg/ml.

Hasil riset membuktikan nilai IC50 tertinggi adalah ekstrak etanol daun binahong, yaitu 49,29 µg/ml. Artinya kemampuan menangkap radikal bebas ekstrak etanol daun binahong hampir menyamai vitamin E sekalipun. Muhammad Da’i menduga kandungan senyawa aktif pada ekstak etanol daun binahong paling banyak dan aktif. “Etanol merupakan senyawa polar, sedangkan antiradikal umumnya dikarakterisasi oleh gugus senyawa fenolik yang juga bersifat polar, sehingga lebih banyak tersari,” ujar Muhammad Da’i.

Dekan Fakultas Farmasi UMS itu menduga senyawa flavonoid yang paling berperan menangkap radikal bebas. Senyawa itu umumnya memiliki struktur fenolik yang bersifat antiradikal. Menurut Muhammad Da’i, binahong sebagai antioksidan memiliki manifestasi klinis yang luas, antara lain mengarah ke antikanker. “Ketika suatu radikal dapat menyebabkan karsinogenesis, antioksidan menghambatnya,” ujar alumnus Universitas Gadjah Mada itu. Selain flavonoid, daun binahong juga terbukti mengandung alkaloid, saponin, terpen, dan polifenol.

Peneliti di Universiti Malaysia Pahang, Sri Murni Astuti, membuktikan daun binahong berpotensi mengobati diabetes mellitus, hepatitis, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan pembekuan darah, serta stres mental dan fisik. Itu karena daun binahong mengandung saponin yang tinggi, yakni 28,14 mg per g daun. G.M.Gundidza, periset Fakultas Ilmu Kesehatan, University of Witwatersrand, Johannesburg, Afrika Selatan, meriset manfaat lain daun binahong, sebagai afrodisiak. Riset di berbagai lembaga itu memperkuat keampuhan binahong untuk mengobati berbagai penyakit. (Susirani Kusumaputri)
Keterangan Foto :
Riset menunjukkan daun binahong ampuh mengatasi berbagai penyakit
Dr Muhammad Da’i MSi Apt menduga senyawa flavanoid dalam daun binahong berperan menangkap radikal

Warna-warni Hidup Pendaki

Warna-warni Hidup Pendaki- Kemenangan Vietkong dalam Perang Vietnam melawan Amerika Serikat antara lain berkat binahong.

Binahong-Merah

Nasib binahong di Australia mirip eceng gondok di Indonesia. Menurut peneliti di Departemen Sumberdaya Alam University of Queensland, Australia, Alan Fletcher, semula masyarakat memanfaatkan binahong sebagai tanaman hias. Daun tebal dan berkilau memikat hati para hobiis untuk merawat binahong. Apalagi jika bunga putih berumbai memanjang, harum pula, itu muncul di ketiak daun. Kian elok sosok binahong. Bunga muncul saat tanaman berumur 2,5-3 tahun.

Begitu juga dengan eceng gondok Euchornia crassipes di sini. Keduanya sama-sama invasif, pertumbuhannya cepat. Apa boleh buat, stempel gulma pun mereka terima. Binahong yang berasal dari Amerika bagian selatan itu cepat menyebar lantaran bisa berkembang biak dengan biji dan umbi. Umbi bisa bertahan hidup sampai 5 tahun sebelum memunculkan tunas.

Jadi herbal

Di Australia, binahong peringkat ke-41 dari total 71 tanaman invasif. Peringkat binahong sebagai gulma invasif kian naik di negara bagian New South Wales, Australia. Di negara bagian yang beribukota di Sydney itu Anredera cordifolia menjadi tanaman ketiga paling invasif. Tak usah kaget, sifat invasif itu sebetulnya tercermin pada sebutan genus. Ahli taksonomi Belanda, Cornelis Gijbert van Steenis yang memberi nama ilmiah pada binahong meminjam bahasa Spanyol untuk menyebut genus itu.

Arti enredadera-asal-muasal kata Anredera-dalam bahasa Spanyol adalah pendaki atau penjalar. Binahong memang pendaki ulung, bergerak sangat cepat. Nama spesies cordifolia bermakna daun berbentuk seperti jantung (cordi = jantung, folia = daun). Di negara seberang, boleh saja binahong mendapat cap gulma karena pertmbuhannya yang amat melesat. Namun, 15 tahun terakhir, di Indonesia tanaman anggota famili Basellaceae itu menjadi herbal.

Menurut dokter sekaligus herbalis di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, dr Zainal Gani, masyarakat mengenal binahong pada 15 tahun lalu ketika pemerintah gencar mempromosikan tanaman obat keluarga. Sejak saat itu, masyarakat memperbanyak dan merawat binahong. “Binahong mudah ditanam, meski kemarau tidak layu sehingga tidak perlu repot merawat,” tutur Yan Tachyan di Kota Garut, Provinsi Jawa Barat.

Ayah 3 anak itu menanam binahong di halaman sebagai tanaman penghias rumah pada 2006. Ia baru mengetahui khasiat binahong ketika tetangganya meminta beberapa daun untuk mengobati luka pascakecelakaan pada 2010. Itulah sebabnya dua tahun silam, ia pun meracik daun binahong siap seduh sehingga konsumen mudah mengonsumsinya. Kini Yan Tachyan pun berwirausaha daun binahong.

Perang Vietnam

Pemanfaatan daun binahong untuk mengatasi luka mengingatkan kita akan kisah perang Vietnam (1950-1975). Selama seperempat abad, tentara Vietnam bergerilya. Untuk mengobati luka luar akibat goresan senjata tajam maupun tembakan, mereka mengunyah daun Anredera cordifolia kemudian membalurkannya di atas bagian yang luka. Dalam waktu singkat, luka kembali pulih sehingga tentara itu dapat kembali ke medan perang.

Pada akhirnya satu per satu khasiat daun binahong itu terbukti secara ilmiah. Keampuhan binahong mengobati luka, misalnya, sesuai riset Purnamasari Widyastuti dari Universitas Muhamadiyah Malang. Purnamasari mengungkapkan daun binahong mengandung senyawa aktif flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan saponin. Yang disebut pertama itu berperan langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri dan virus. Aktivitas farmakologi dari flavonoid adalah sebagai antiinflamasi, analgesik, dan antioksidan (baca: Fakta Sahih Daun Jantung halaman 18-19).

Tak ada catatan pasti kapan binahong masuk ke Indonesia. Namun, menurut Zainal Gani penyebutan kata binahong di Indonesia meminjam ramuan obat tiongkok yang bernama pien tze huang. Peminjaman kata itu karena khasiat binahong mirip pien tze huang antara lain untuk memperlancar peredaran darah, “Sebab binahong memiliki efek hangat terutama bagian umbinya,” tutur Zainal.

Mayarakat sering menyamakan binahong dengan gendola Basella rubra yang sama-sama tumbuh merambat. Keduanya memang sekerabat, sama-sama anggota famili Basellaceae. Hobiis tanaman hias di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Muhammad Apriza Suska, mengungkapkan perbedaan binahong dan gendola tampak pada daun, batang, bunga, dan umbi.

“Batang dan daun gendola lebih berisi atau tebal dibandingkan binahong,” kata alumnus Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor itu. Bunga binahong juga lebih panjang daripada gendola dengan jarak antarkuntum bunga rapat. Perbedaan paling jelas pada tanaman dewasa. “Batang binahong berumbi, sementara gendola tidak,” ujar Suska.

Binahong juga jarang menghasilkan buah dan biji. Oleh karena itu masyarakat memperbanyak binahong secara vegetatif; gendola, secara generatif dengan biji. Hidup si pendaki Anredera cordifolia memang penuh warna-warni. Semula tanaman hias, lalu gulma, dan kini menjadi herbal. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Andari Titisari dan Tri Istianingsih)

Keterangan Foto :
Binahong diperbanyak secara vegetatif oleh masyarakat Binahong, dikenal sebagai herbal di Indonesia sejak 15 tahun lalu Yan Tachyan, meracik binahong siap seduh agar praktis Binahong memiliki pertumbuhan cepat seperti enceng gondok sehingga di beberapa negara dianggap sebagai gulma dr Zainal Gani, binahong baik untuk memperlancar peredaran darah.

Binahong Berkhasiat Luar Dalam

Khasiat Binahong - Selain cespleng atasi luka di luar tubuh, daun binahong juga andal atasi sakit di dalam tubuh.

binahong merah

Seorang penderita kanker payudara datang dengan luka seukuran telapak tangan orang dewasa. Lina Mardiana, herbalis di Yogyakarta, mengambil 15 daun binahong, menutup luka dengan selapis perban, lalu menempelkan remasan daun binahong di atasnya. Lantas menutup kembali dengan perban. “Kontak langsung antara daun dengan luka dihindari agar pasien nyaman. Daun yang mulai mengering dan menempel akan terasa sakit di kulit bila dilepas,” tuturnya.

Pasien mengganti kompresan remasan daun binahong itu dua kali setiap hari. Luka yang diobati tidak boleh terkena air sebab dapat menimbulkan nanah. Gesekan ke luka juga harus dihindari. Hasilnya luka yang mengucurkan darah itu dalam waktu setahun sudah menutup dan mengering.

Sidi Aritjahja, dokter dan herbalis di Yogyakarta menuturkan daun binahong baik digunakan untuk membantu menyembuhkan luka karena mampu merangsang pembentukan sel baru dan bersifat antiseptik. “Untuk luka luar, tumbuk daun binahong lalu tempelkan pada bagian yang terluka,” tuturnya. Dalam hitungan 3-4 hari luka segera menutup dan mengering.

Lina juga memanfaatkan daun binahong sebagai obat luar untuk membantu menyembuhkan semua jenis luka, radang, atau memar pada tubuh, kecuali daerah mata. Sebab, lendir binahong terasa pedih dan gatal. Remasan daun binahong itu juga baik digunakan untuk membantu proses penyembuhan luka pascaoperasi.

Andal di dalam

Selain andal menyembuhkan luka di luar tubuh, binahong juga membantu menyembuhkan penyakit di dalam tubuh. Maria Magdalena Andjarwati, herbalis di Kelapagading, Jakarta Utara, meresepkan daun binahong untuk membantu mengobati penyakit paru-paru, seperti tuberkulosis dan asma, serta penyakit jantung, luka lambung, dan tifus. Untuk membantu menyembuhkan tuberkulosis, ambil 10 daun binahong lalu cuci dan keringkan. Lantas rebus dalam 2,5 gelas air menggunakan wadah logam antikarat hingga mendidih dan tersisa 2 gelas. Minum air rebusan itu pada pagi dan malam hari.

“Agar kandungan senyawa binahong tidak rusak sebaiknya air rebusan jangan disimpan di lemari pendingin ataupun dipanaskan kembali. Cukup simpan pada suhu kamar,” kata Andjarwati. Dalam waktu 6 bulan kondisi pasien tuberkulosis yang rutin mengonsumi rebusan daun binahong akan berangsur membaik.

Para herbalis meresepkan daun binahong dalam berbagai bentuk sediaan, seperti daun segar, simplisia, dan ekstraksi. “Satu kapsul ekstrak daun binahong setara dengan 10 lembar daun segar,” tutur Lina Mardiana yang meresepkan kapsul daun binahong bersama kulit manggis dan keladi tikus bagi pasien penderita penyakit jantung.

Herbalis di Bintaro, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, menambahkan untuk konsumsi segar pasien dapat mengonsumsi binahong sebagai lalapan, seduhan, maupun jus. “Untuk jus, blender 5 gram daun binahong dengan 200 cc air. Minum ramuan sehari sekali,” tuturnya. Namun, ia mewanti-wanti agar jangan melampaui dosis yang disarankan karena binahong bersifat menurunkan tekanan darah. Oleh karena itu konsumsinya setelah makan.

Di Kota Garut, Provinsi Jawa Barat, Yan Tachyan mengolah binahong dalam bentuk serbuk. agar pasien lebih mudah mengonsumsi dan lebih tahan lama. Penggunaannya seperti kopi atau teh. Tuang 2 gram serbuk binahong ke dalam 250 cc air hangat dan aduk. Tunggu hingga ampas mengendap lalu minum airnya.

Untuk mendapatkan serbuk binahong caranya kering anginkan daun pada pagi hari. Hindari paparan sinar matahari secara langsung sebab dapat merusak kandungan senyawa yang bermanfaat. Maksimal pengeringan pukul 10.00, setelah itu daun diangkat dan lanjutkan pengeringan keesokan harinya. Setelah kering lalu sangrai dan giling.

Para herbalis sepakat, sebaiknya pilih daun sehat yang tidak terlalu muda atau tua. Daun yang terlalu tua senyawa aktifnya sudah berkurang. “Biasanya daun ke-4 sampai ke-7 dari pucuk. Daun sebaiknya diambil dari tanaman yang telah berbunga sebab zat yang terkandung di dalamnya optimal,” tutur Sidi Aritjahja. Sidi menambahkan orang sehat pun dapat mengonsumsi daun binahong untuk menjaga kesehatan tubuh. Misal dalam bentuk lalapan, tapi jumlahnya harus dibatasi. Maksimal mengonsumsi 5 lembar sehari selama 6 bulan. Konsumsi berlebihan dan dalam jangka panjang mengganggu kerja hati dan ginjal. Oleh karena itu agar daun binahong tetap berkhasiat di luar dan dalam tubuh, patuhi aturan pakainya. (Andari Titisari/Peliput: Bondan Setiawan, Desi Sayyidati Rahimah, dan Tri Istianingsih)

 

“Untuk lalapan cukup lima lembar daun binahong sehari,” tutur dr Sidi Aritjahja. Teh daun binahong lebih mudah untuk dikonsumsi

Binahong Merah

Binahong-Merah

Binahong Merah-Saat ini mungkin banyak sekali tanaman yang mulai punah dan tanaman tersebut mungkin mempunyai manfaat dan khasiat lebih manjur daripada obat obatan medis, diantaranya adalah daun binahong merah dan daun sirih merah. Apabila penyakit sudah mulai menyerang dengan keadaan yang sangat terjepit, membutuhkan biaya dan lain sebagainya untuk perawatan medis, maka tanaman inilah obat alternatif untuk pencegahan dan pengobatan.

binahong merah

Perbedaan binahong hijau dan binahong merah dimana daunnya lebih lebar, batangnya besar, binahong hijau pembibitannya dengan menggunakan biji, pertumbuhannya juga lebih lambat sedangkan binahong merah dengan melalui stek, pertumbuhannya juga semakin lebih cepat dan keduanya tumbuh lebih subur pada tanah yang lembab.

Secara alami daun binahong merah dan binahong hijau merupakan jenis tumbuhan menjalar, berumur panjang (perenial), bisa mencapai panjang kurang lebih lima meter. Berbatang lunak, silindris, saling membelit, berwarna merah, bagian dalam solid, permukaan halus, kadang membentuk semacam umbi yang melekat di ketiak daun dengan bentuk tak beraturan dan bertekstur kasar.

Binahong-Merah

Daunnya termasuk jenis tunggal, bertangkai sangat pendek (subsessile), tersusun berseling, berwarna hijau, bentuk jantung (cordata). Helaian daun tipis lemas, ujung runcing, pangkal berlekuk (emerginatus), tepi rata, permukaan licin, dan aman untuk dikonsumsi

Bunganya Binahong Merah majemuk berbentuk tandan, bertangkai panjang, muncul di ketiak daun, mahkota berwarna krem keputih-putihan berjumlah lima helai tidak berlekatan, berbau harum. Akarnya berbentuk rimpang, berdaging lunak.