Skripsi mengenai Binahong

Binahong

skripsi mengenai binahong – Berikut adalah contoh skripsi yang membahas daun binahong :

  1. Skripsi Daun Binahong: UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP BAKTERI  Staphylococcus aureus  DAN Pseudomonas aeruginosa.
  2. Skripsi Daun Binahong : Perakitan Teknik Budidaya Binahong

Menanam Pohon Binahong

Menanam Pohon Binahong- Tanaman herbal binahong (Anredera cordifolia) mudah tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi. Banyak dibudidayakan sebagai taman hias atau obat herbal, di dalam pot, halaman, pekarangan, atau kebun. Berdasarkan data empirik pada masyarakat, Binahong digunakan untuk pengobatan herbal dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit, namun tidak ada penelitian khusus dengan uji pra-klinis dan sifat klinis yang menunjukkan kebenaran yang mendalam dari tanaman herbal binahong.

Habitat tanaman herbal binahong adalah sebagai gulma dihutan, ditepi saluran air dan daerah tepi sungai, tempat pembuangan sampah, kebun, taman, diantara tanaman perkebunan, dan dipinggir jalan, yang beriklim basah, daerah tropis dan sub-tropis. Tanaman menjalar memanjat pada batang tanaman pepohonan yang tumbuh lebih kuat dari vegetasi lainnya hingga tinggi 30 m, berumur panjang (perenial).

Batangnya lunak, silindris, saling terkait, merah, bagian dalam solid, permukaan halus, kadang membentuk bola melekat di ketiak daun dengan bentuk tak beraturan dan bertekstur kasar. Daunnya tunggal, bertangkai sangat pendek, warna hijau, bentuk jantung, panjang 5 -10 cm, lebar 3 -7 cm, helaian daun tipis lemas, ujung runcing, pangkal beralur, tepi datar, terasa halus bila dimakan. Bunganya majemuk berbentuk batang, bertangkai panjang, pangkalnya pada ketiak daunya, warana krem keputihan, mahkota lima helai, panjang helai mahkota 0,5-1 cm, bau wangi. Akar berbentuk rimpang, dagingnya lunak.

Perbanyakan tanaman dapat dilakukan secara Generatif atau melalui biji, namun lebih sering diperbanyak atau dikembangbiakan secara vegetatif melalui akar rimpangnya. Tanaman herbal binahong lebih suka tumbuh pada tanah dengan humus yang tebal, berpasir ringan, tanah liat sedang, dengan drainase yang baik, toleran terhadap kekeringan, dan tidak baik pada tanah yang. Tumbuh baik pada kondisi setengah teduh atau teduh.

Jus Binahong

Jus Binahong- jus daun binahong

Daun Binahong

Bahan-bahan:

  • 5 lembar daun binahong
  • 2 sendok makan madu
  • 250cc air

Alat:

  • Blender

Cara membuat:

  • Cuci bersih daun binahong.
  • Masukkan kedalam blender.
  • Blender selama 3 menit sampai berbusa.
  • Masukkan kedalam gelas tambahkan 2 sendok madu. Dan siap dihidangkan.

Keripik Binahong

Keripik Binahong adalah Menu yang terbuat dari daun binahong

Keripik Binahong

Bahan:

  • 1 ikat binahong, cari yang daunnya lebar dan muda. Pilih daunnya saja.
  • Bahan-bahan bumbu:
  • 3 siung bawang putih
  • 2 sdm ketumbar
  • 1/2 sdt jintan
  • Garam secukupnya, kemudian haluskan keempat bahan tersebut.
  • 5 sdm tepung beras
  • 5 sdm tepung terigu
  • 200 ml air

Cara Membuat :

  • Mencampur semua bumbu hingga menjadi adonan yang agak kental dan lengket (kentalnya seperti membuat tempe mendoan).
  • Mencelupkan daun binahong.
  • menggoreng satu per satu di dalam minyak yang banyak, balik, angkat.

Fakta Sahih Daun Jantung

Fakta Sahih Daun Jantung - Tanaman invasif di mancanegara itu ternyata multikhasiat.

Secara empiris masyarakat tanah air memanfaatkan binahong-tanaman invasif atau cepat berkembang biak itu-untuk mengobati nyeri gigi, pembengkakan, nyeri kepala, panas dalam, asam urat, mag, sariawan, luka atau bekas operasi, diabetes, dan menurunkan kolesterol. Sementara masyarakat di Taiwan, menggunakan daun berbentuk jantung itu untuk mengatasi gangguan liver, diabetes mellitus, analgesik, dan sebagai antiinflamasi. Sejatinya berbagai riset membuktikan khasiat daun binahong.

bunga binahong

Periset dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dra Salmah Orbayinah Apt MKes dan Adhita Kartyanto, membuktikan manfaat binahong sebagai hepatoprotektor dan antioksidan. Salmah menguji sepuluh tikus putih jantan menjadi dua kelompok. Grup pertama sebagai kontrol mengonsumsi pakan dan 1 ml akuades setiap hari selama 12 hari. Kelompok kedua mengonsumsi pakan dan jus daun binahong berdosis tunggal 329,21 mg. Pemberian pakan dan jus secara oral setiap hari selama 12 hari.

Pelindung hati

Pada hari ke-13, Orbayinah menyuntikkan karbon tetraklorida kepada semua tikus untuk menginduksi kerusakan sel hati. Ia mengukur kadar alkalina fosfatase (ALP) dalam darah pada hari pertama dan 24 jam setelah perlakuan. Alkalina fosfatase adalah enzim hidrolase yang bertanggungjawab untuk membuang kelompok fosfat dari berbagai jenis molekul seperti nukleotida, protein, dan alkaloid.

Pada beberapa penyakit seperti sirosis, hepatitis, perlemakan hati, tumor hepar, dan intoksikasi obat biasanya terjadi peningkatan kadar ALP. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata ALP serum pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah perlakuan adalah 95,94 IU/l dan 110,15 IU/l, sedangkan pada kelompok perlakuan sebesar 92,65 IU/l dan

92,91 IU/l. Menurut Orbayinah yang berperan sebagai hepatoprotektor adalah kandungan antioksidan golongan polifenol, yaitu flavonoid.

Selain itu yang turut berperan adalah 59 mg vitamin C yang terkandung dalam setiap 100 g daun binahong. Flavonoid mampu mengubah atau mereduksi radikal bebas sekaligus sebagai antiradikal bebas. Senyawa antioksidan itu bekerja efektif karena mampu menetralkan radikal asam lemak dan radikal oksigen. Mekanisme antioksidan flavonoid dengan menekan pembentukan reaktif oksigen spesies (ROS). Itu adalah molekul kecil dan sangat reaktif karena memiliki elektron tidak berpasangan dan nilainya meningkat bila terjadi stres oksidatif.

Flavonoid menghambat terbentuknya metabolit reaktif yang dapat berikatan dengan makromolekul jaringan sehingga mencegah kerusakan jaringan. Vitamin C menetralisir radikal bebas dengan berubah menjadi radikal askorbat. Pada induksi karbon tetraklorida menyebabkan kehilangan satu buah elektron sehingga terbentuk radikal triklorometil dan ion klorida. Vitamin C yang pemurah itu lantas mendonorkan satu buah elektron sehingga kerusakan jaringan pun tercegah. Untungnya radikal askorbat bersifat sangat stabil. Meski kekurangan satu elektron, ia tak memicu kerusakan sel.

Unggul daripada vitamin E

Periset lain oleh dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr Muhammad Da’i MSi Apt dan Devi Ristian Octavia meneliti kemampuan daun binahong menangkap radikal bebas. Mereka mengekstrak daun binahong dengan pelarut petroleum eter, etil asetat, dan etanol. Dalam uji itu, mereka membandingkan aktivitas penangkap radikal bebas antara binahong dan vitamin E. Nilai IC50 atau nilai penghambatan 50% radikal bebas pada vitamin E sebesar 18,03 µg/ml.

Hasil riset membuktikan nilai IC50 tertinggi adalah ekstrak etanol daun binahong, yaitu 49,29 µg/ml. Artinya kemampuan menangkap radikal bebas ekstrak etanol daun binahong hampir menyamai vitamin E sekalipun. Muhammad Da’i menduga kandungan senyawa aktif pada ekstak etanol daun binahong paling banyak dan aktif. “Etanol merupakan senyawa polar, sedangkan antiradikal umumnya dikarakterisasi oleh gugus senyawa fenolik yang juga bersifat polar, sehingga lebih banyak tersari,” ujar Muhammad Da’i.

Dekan Fakultas Farmasi UMS itu menduga senyawa flavonoid yang paling berperan menangkap radikal bebas. Senyawa itu umumnya memiliki struktur fenolik yang bersifat antiradikal. Menurut Muhammad Da’i, binahong sebagai antioksidan memiliki manifestasi klinis yang luas, antara lain mengarah ke antikanker. “Ketika suatu radikal dapat menyebabkan karsinogenesis, antioksidan menghambatnya,” ujar alumnus Universitas Gadjah Mada itu. Selain flavonoid, daun binahong juga terbukti mengandung alkaloid, saponin, terpen, dan polifenol.

Peneliti di Universiti Malaysia Pahang, Sri Murni Astuti, membuktikan daun binahong berpotensi mengobati diabetes mellitus, hepatitis, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan pembekuan darah, serta stres mental dan fisik. Itu karena daun binahong mengandung saponin yang tinggi, yakni 28,14 mg per g daun. G.M.Gundidza, periset Fakultas Ilmu Kesehatan, University of Witwatersrand, Johannesburg, Afrika Selatan, meriset manfaat lain daun binahong, sebagai afrodisiak. Riset di berbagai lembaga itu memperkuat keampuhan binahong untuk mengobati berbagai penyakit. (Susirani Kusumaputri)
Keterangan Foto :
Riset menunjukkan daun binahong ampuh mengatasi berbagai penyakit
Dr Muhammad Da’i MSi Apt menduga senyawa flavanoid dalam daun binahong berperan menangkap radikal

Warna-warni Hidup Pendaki

Warna-warni Hidup Pendaki- Kemenangan Vietkong dalam Perang Vietnam melawan Amerika Serikat antara lain berkat binahong.

Binahong-Merah

Nasib binahong di Australia mirip eceng gondok di Indonesia. Menurut peneliti di Departemen Sumberdaya Alam University of Queensland, Australia, Alan Fletcher, semula masyarakat memanfaatkan binahong sebagai tanaman hias. Daun tebal dan berkilau memikat hati para hobiis untuk merawat binahong. Apalagi jika bunga putih berumbai memanjang, harum pula, itu muncul di ketiak daun. Kian elok sosok binahong. Bunga muncul saat tanaman berumur 2,5-3 tahun.

Begitu juga dengan eceng gondok Euchornia crassipes di sini. Keduanya sama-sama invasif, pertumbuhannya cepat. Apa boleh buat, stempel gulma pun mereka terima. Binahong yang berasal dari Amerika bagian selatan itu cepat menyebar lantaran bisa berkembang biak dengan biji dan umbi. Umbi bisa bertahan hidup sampai 5 tahun sebelum memunculkan tunas.

Jadi herbal

Di Australia, binahong peringkat ke-41 dari total 71 tanaman invasif. Peringkat binahong sebagai gulma invasif kian naik di negara bagian New South Wales, Australia. Di negara bagian yang beribukota di Sydney itu Anredera cordifolia menjadi tanaman ketiga paling invasif. Tak usah kaget, sifat invasif itu sebetulnya tercermin pada sebutan genus. Ahli taksonomi Belanda, Cornelis Gijbert van Steenis yang memberi nama ilmiah pada binahong meminjam bahasa Spanyol untuk menyebut genus itu.

Arti enredadera-asal-muasal kata Anredera-dalam bahasa Spanyol adalah pendaki atau penjalar. Binahong memang pendaki ulung, bergerak sangat cepat. Nama spesies cordifolia bermakna daun berbentuk seperti jantung (cordi = jantung, folia = daun). Di negara seberang, boleh saja binahong mendapat cap gulma karena pertmbuhannya yang amat melesat. Namun, 15 tahun terakhir, di Indonesia tanaman anggota famili Basellaceae itu menjadi herbal.

Menurut dokter sekaligus herbalis di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, dr Zainal Gani, masyarakat mengenal binahong pada 15 tahun lalu ketika pemerintah gencar mempromosikan tanaman obat keluarga. Sejak saat itu, masyarakat memperbanyak dan merawat binahong. “Binahong mudah ditanam, meski kemarau tidak layu sehingga tidak perlu repot merawat,” tutur Yan Tachyan di Kota Garut, Provinsi Jawa Barat.

Ayah 3 anak itu menanam binahong di halaman sebagai tanaman penghias rumah pada 2006. Ia baru mengetahui khasiat binahong ketika tetangganya meminta beberapa daun untuk mengobati luka pascakecelakaan pada 2010. Itulah sebabnya dua tahun silam, ia pun meracik daun binahong siap seduh sehingga konsumen mudah mengonsumsinya. Kini Yan Tachyan pun berwirausaha daun binahong.

Perang Vietnam

Pemanfaatan daun binahong untuk mengatasi luka mengingatkan kita akan kisah perang Vietnam (1950-1975). Selama seperempat abad, tentara Vietnam bergerilya. Untuk mengobati luka luar akibat goresan senjata tajam maupun tembakan, mereka mengunyah daun Anredera cordifolia kemudian membalurkannya di atas bagian yang luka. Dalam waktu singkat, luka kembali pulih sehingga tentara itu dapat kembali ke medan perang.

Pada akhirnya satu per satu khasiat daun binahong itu terbukti secara ilmiah. Keampuhan binahong mengobati luka, misalnya, sesuai riset Purnamasari Widyastuti dari Universitas Muhamadiyah Malang. Purnamasari mengungkapkan daun binahong mengandung senyawa aktif flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan saponin. Yang disebut pertama itu berperan langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri dan virus. Aktivitas farmakologi dari flavonoid adalah sebagai antiinflamasi, analgesik, dan antioksidan (baca: Fakta Sahih Daun Jantung halaman 18-19).

Tak ada catatan pasti kapan binahong masuk ke Indonesia. Namun, menurut Zainal Gani penyebutan kata binahong di Indonesia meminjam ramuan obat tiongkok yang bernama pien tze huang. Peminjaman kata itu karena khasiat binahong mirip pien tze huang antara lain untuk memperlancar peredaran darah, “Sebab binahong memiliki efek hangat terutama bagian umbinya,” tutur Zainal.

Mayarakat sering menyamakan binahong dengan gendola Basella rubra yang sama-sama tumbuh merambat. Keduanya memang sekerabat, sama-sama anggota famili Basellaceae. Hobiis tanaman hias di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Muhammad Apriza Suska, mengungkapkan perbedaan binahong dan gendola tampak pada daun, batang, bunga, dan umbi.

“Batang dan daun gendola lebih berisi atau tebal dibandingkan binahong,” kata alumnus Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor itu. Bunga binahong juga lebih panjang daripada gendola dengan jarak antarkuntum bunga rapat. Perbedaan paling jelas pada tanaman dewasa. “Batang binahong berumbi, sementara gendola tidak,” ujar Suska.

Binahong juga jarang menghasilkan buah dan biji. Oleh karena itu masyarakat memperbanyak binahong secara vegetatif; gendola, secara generatif dengan biji. Hidup si pendaki Anredera cordifolia memang penuh warna-warni. Semula tanaman hias, lalu gulma, dan kini menjadi herbal. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Andari Titisari dan Tri Istianingsih)

Keterangan Foto :
Binahong diperbanyak secara vegetatif oleh masyarakat Binahong, dikenal sebagai herbal di Indonesia sejak 15 tahun lalu Yan Tachyan, meracik binahong siap seduh agar praktis Binahong memiliki pertumbuhan cepat seperti enceng gondok sehingga di beberapa negara dianggap sebagai gulma dr Zainal Gani, binahong baik untuk memperlancar peredaran darah.

Binahong Berkhasiat Luar Dalam

Khasiat Binahong - Selain cespleng atasi luka di luar tubuh, daun binahong juga andal atasi sakit di dalam tubuh.

binahong merah

Seorang penderita kanker payudara datang dengan luka seukuran telapak tangan orang dewasa. Lina Mardiana, herbalis di Yogyakarta, mengambil 15 daun binahong, menutup luka dengan selapis perban, lalu menempelkan remasan daun binahong di atasnya. Lantas menutup kembali dengan perban. “Kontak langsung antara daun dengan luka dihindari agar pasien nyaman. Daun yang mulai mengering dan menempel akan terasa sakit di kulit bila dilepas,” tuturnya.

Pasien mengganti kompresan remasan daun binahong itu dua kali setiap hari. Luka yang diobati tidak boleh terkena air sebab dapat menimbulkan nanah. Gesekan ke luka juga harus dihindari. Hasilnya luka yang mengucurkan darah itu dalam waktu setahun sudah menutup dan mengering.

Sidi Aritjahja, dokter dan herbalis di Yogyakarta menuturkan daun binahong baik digunakan untuk membantu menyembuhkan luka karena mampu merangsang pembentukan sel baru dan bersifat antiseptik. “Untuk luka luar, tumbuk daun binahong lalu tempelkan pada bagian yang terluka,” tuturnya. Dalam hitungan 3-4 hari luka segera menutup dan mengering.

Lina juga memanfaatkan daun binahong sebagai obat luar untuk membantu menyembuhkan semua jenis luka, radang, atau memar pada tubuh, kecuali daerah mata. Sebab, lendir binahong terasa pedih dan gatal. Remasan daun binahong itu juga baik digunakan untuk membantu proses penyembuhan luka pascaoperasi.

Andal di dalam

Selain andal menyembuhkan luka di luar tubuh, binahong juga membantu menyembuhkan penyakit di dalam tubuh. Maria Magdalena Andjarwati, herbalis di Kelapagading, Jakarta Utara, meresepkan daun binahong untuk membantu mengobati penyakit paru-paru, seperti tuberkulosis dan asma, serta penyakit jantung, luka lambung, dan tifus. Untuk membantu menyembuhkan tuberkulosis, ambil 10 daun binahong lalu cuci dan keringkan. Lantas rebus dalam 2,5 gelas air menggunakan wadah logam antikarat hingga mendidih dan tersisa 2 gelas. Minum air rebusan itu pada pagi dan malam hari.

“Agar kandungan senyawa binahong tidak rusak sebaiknya air rebusan jangan disimpan di lemari pendingin ataupun dipanaskan kembali. Cukup simpan pada suhu kamar,” kata Andjarwati. Dalam waktu 6 bulan kondisi pasien tuberkulosis yang rutin mengonsumi rebusan daun binahong akan berangsur membaik.

Para herbalis meresepkan daun binahong dalam berbagai bentuk sediaan, seperti daun segar, simplisia, dan ekstraksi. “Satu kapsul ekstrak daun binahong setara dengan 10 lembar daun segar,” tutur Lina Mardiana yang meresepkan kapsul daun binahong bersama kulit manggis dan keladi tikus bagi pasien penderita penyakit jantung.

Herbalis di Bintaro, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, menambahkan untuk konsumsi segar pasien dapat mengonsumsi binahong sebagai lalapan, seduhan, maupun jus. “Untuk jus, blender 5 gram daun binahong dengan 200 cc air. Minum ramuan sehari sekali,” tuturnya. Namun, ia mewanti-wanti agar jangan melampaui dosis yang disarankan karena binahong bersifat menurunkan tekanan darah. Oleh karena itu konsumsinya setelah makan.

Di Kota Garut, Provinsi Jawa Barat, Yan Tachyan mengolah binahong dalam bentuk serbuk. agar pasien lebih mudah mengonsumsi dan lebih tahan lama. Penggunaannya seperti kopi atau teh. Tuang 2 gram serbuk binahong ke dalam 250 cc air hangat dan aduk. Tunggu hingga ampas mengendap lalu minum airnya.

Untuk mendapatkan serbuk binahong caranya kering anginkan daun pada pagi hari. Hindari paparan sinar matahari secara langsung sebab dapat merusak kandungan senyawa yang bermanfaat. Maksimal pengeringan pukul 10.00, setelah itu daun diangkat dan lanjutkan pengeringan keesokan harinya. Setelah kering lalu sangrai dan giling.

Para herbalis sepakat, sebaiknya pilih daun sehat yang tidak terlalu muda atau tua. Daun yang terlalu tua senyawa aktifnya sudah berkurang. “Biasanya daun ke-4 sampai ke-7 dari pucuk. Daun sebaiknya diambil dari tanaman yang telah berbunga sebab zat yang terkandung di dalamnya optimal,” tutur Sidi Aritjahja. Sidi menambahkan orang sehat pun dapat mengonsumsi daun binahong untuk menjaga kesehatan tubuh. Misal dalam bentuk lalapan, tapi jumlahnya harus dibatasi. Maksimal mengonsumsi 5 lembar sehari selama 6 bulan. Konsumsi berlebihan dan dalam jangka panjang mengganggu kerja hati dan ginjal. Oleh karena itu agar daun binahong tetap berkhasiat di luar dan dalam tubuh, patuhi aturan pakainya. (Andari Titisari/Peliput: Bondan Setiawan, Desi Sayyidati Rahimah, dan Tri Istianingsih)

 

“Untuk lalapan cukup lima lembar daun binahong sehari,” tutur dr Sidi Aritjahja. Teh daun binahong lebih mudah untuk dikonsumsi

Binahong Melawan Kolesterol

Binahong Melawan Kolesterol- Tanaman yang dahulu sekadar penghias taman, kini sandaran menggapai kesehatan.

Binahong

Dapat di komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat itu berlangsung alot. Setiap anggota komisi bergantian mengutarakan pendapat. Namun, H Ali Rohman yang memimpin rapat justru hanya tertegun dan menunduk seraya sesekali memijat-mijat dahi. “Kepala saya sakit sekali, seperti tertusuk jarum dan terasa berat untuk ditegakkan,” ujar Ali yang ketika itu masih menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

Sakit di kepala itu membuat Ali tak mampu lagi berkonsentrasi memimpin rapat. Ia pun terpaksa menunda sidang. Ali lantas memasuki ruang tunggu untuk beristirahat sejenak sembari merebahkan tubuh di sebuah sofa. Ia lalu meminum obat sakit kepala yang diperoleh dari kotak obat yang terpajang di ruangan itu. Namun, sakit kepala malah semakin hebat mendera.

Rekan-rekan sesama anggota dewan lalu menyarankan Ali untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Sopir pribadi membopong Ali dan bergegas menuju rumahsakit. Hasil diagnosis dokter, penyebab sakit kepala itu hipertensi akibat kadar total kolesterol yang tinggi. Sayang, Ali tidak ingat betul angka hasil pemeriksaan tekanan darah dan kadar total kolesterol pada 2 tahun silam itu.

Makanan berlemak

Menurut kepala Poliklinik Obat Tradisional Rumahsakit dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, dr Arijanto Jonosewojo SpPD, penyebab tekanan darah tinggi antara lain terjadinya penyumbatan di pembuluh darah akibat endapan kolesterol dalam darah. Kolesterol berasal dari makanan berlemak tinggi seperti daging dan jeroan. Makanan itulah yang menjadi favorit Ali.

Tubuh kita sejatinya tetap memerlukan kolesterol untuk membentuk hormon testosteron bagi laki-laki; memperkuat kandungan bagi kaum hawa. Faedah lain komponen lemak itu sebagai bahan baku pembentukan hormon-hormon steroid. Pada kondisi normal, tubuh memproduksi kolesterol dalam jumlah tepat. Low density lipoprotein (LDL) mengangkut kolesterol dari hati ke sel-sel tubuh yang memerlukan seperti sel otot jantung dan otak.

Lipoprotein yang terbentuk oleh protein utama bernama apolipoprotein-B (Apo-B) itu mengandung lebih banyak lemak. Oleh karena itu LDL mengambang di dalam darah. Jika jumlahnya berlebih, maka lemak pada LDL itu akan menempel di dinding pembuluh darah. Pada kondisi tubuh normal, high density lipoprotein (HDL)membersihkan lemak berlebih yang menempel itu dan mengangkut kembali ke hati. Hati menguraikan kolesterol, lalu membuangnya ke kandung empedu sebagai asam empedu.

Masalah timbul jika jumlah LDL tinggi, sementara HDL rendah. Akibatnya, timbunan lemak di pembuluh darah makin lama makin tebal karena tidak terangkut oleh HDL. Akhirnya terjadilah penyumbatan di pembuluh darah. Penyumbatan itu menyebabkan tekanan darah melambung. Bila penyumbatan terjadi di pembuluh darah jantung, menyebabkan serangan jantung koroner; di otak, menyebabkan pembuluh darah pecah alias stroke.

“Jika LDL tinggi, HDL juga tinggi, itu tidak masalah,” ujar Arijanto. Kadar HDL normal minimal 45 mg/dl dan kadar LDL maksimal 150 mg/dl. Jumlah LDL meningkat bila terlalu banyak mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi. Di tanahair, penyakit akibat kadar total kolesterol tinggi menjadi ancaman serirus. Pasien sering kali abai untuk memeriksakan diri karena menganggap gejala yang timbul seperti sakit kepala hanya penyakit biasa.

Itulah sebabnya angka kematian karena penyakit akibat hiperkoleserol tergolong tinggi. Sebab tidak dikendalikan dan lambat penanganan. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Badan Penelitian dan Pengambangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, pada 2007 penyakit penyebab kematian tertinggi di tanahair adalah stroke mencapai 15,4%, disusul hipertensi, diabetes mellitus, kanker, dan penyakit paru obstruktif kronis. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, pada 2002 penyakit akibat hiperkolesterol merenggut 4,4-juta jiwa, setara 7,9% dari jumlah total angka kematian global.

Binahong

Untuk mencegah dampak buruk akibat kadar kolesterol tinggi, dokter menyarankan Ali menjalani rawat inap. Selama di rumahsakit, ayah 3 anak itu mendapatkan infus cairan elektrolit. Ia juga mengonsumsi obat penurun kolesterol yang terdiri atas 4 tablet dan 2 kapsul tiga kali sehari.

binahong merah

Setelah tiga hari menjalani rawat inap, kondisi tubuh Ali membaik dan dokter mengizinkan pulang. Namun, pengalaman sakit itu tak membendung hasrat Ali untuk mengonsumsi daging dan jeroan. “Saya sulit meninggalkan makanan itu,” ujarnya. Padahal, sebelumnya Ali juga pernah merasakan efek negatif akibat mengonsumsi makanan tinggi lemak itu. Pada 2003, pria yang kini berwirausaha itu menderita asam urat yang berujung batu ginjal.

Sulitnya melepas kebiasaan buruk membuat kadar kolesterol Ali naik-turun. Saat kambuh, suami dari Hj Neneng Siti Aisyah itu mengonsumsi obat penurun kolesterol. Begitu kondisinya normal, ia kembali ke kebiasaan lama. Begitu seterusnya. Gara-gara “bandel” dua tahun lamanya Ali menjadi “pelanggan” dokter. Pada Maret 2011, Ali yang tengah membereskan bangunan di sebelah rumahnya di Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, bertemu dengan Yan Tachyan.

Rekanya itu menceritakan khasiat daun binahong untuk kesehatan. Sejak bertemu Yan itulah, Ali rutin mengonsumsi seduhan daun binahong yang mirip teh celup 2 hari sekali pada pagi dan sore. Setelah dua pekan mengonsumsi, sakit kepala hebat yang mendera setiap kali usai menyantap daging dan jeroan tak pernah ia rasakan lagi. Ia pun berhenti menjadi langganan dokter. “Saya tak khawatir lagi kalau makan gulai,” ujarnya. Meski begitu, dr Arijanto menyarankan agar penderita kolesterol tinggi tetap menjaga pola makan untuk mencegah kambuh.

Bekal wajib

Nun di Bukit Kecil, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Maya Coptiana juga merasakan faedah binahong untuk menurunkan kadar kolesterol. Pada 4 bulan silam, Maya mengeluh sakit kepala hebat saat tengah sibuk bekerja.

Hasil pemeriksaan dokter, tekanan darah sistolik Maya mencapai 160 mmHg, normal 120 mmHg. Sementara tekanan darah diastolik mencapai 100 mmHg, normal 80 mmHg. Dokter menyarankan Maya untuk memeriksa kadar total kolesterol darah untuk mengetahui penyebab hipertensi. Hasilnya, total kolesterol mencapai 220 mg/dl, normal kurang dari 200 mg/dl.

Untuk mengatasinya, dokter memberikan obat penurun kolesterol dan tekanan darah. Setelah 2 hari mengonsumsi, Maya tak lagi merasakan pusing dan sakit kepala. “Tapi ketika berhenti minum obat, terus kambuh lagi, seperti ketergantungan,” ujar ibu 3 anak itu. Maya khawatir mengonsumsi obat sintetis kimia dalam jangka panjang bakal berefek buruk pada kondisi ginjal. Itulah sebabnya ia getol mencari informasi tentang herbal.

Suatu hari rekan sekantor Maya memberitahu tentang khasiat binahong. Tanaman itu membantu menanggulangi hipertensi suami rekannya. Untuk meyakinkan diri, perempuan berusia 49 tahun itu lantas berselancar di dunia maya untuk mencari informasi tentang khasiat Anredera cordifolia. Dari pencarian itu muncul nama Bambang Muhamad Ishak di Garut, Jawa Barat, yang menjual herbal daun binahong.

Sejak itu Maya rutin memesan daun binahong segar dari Bambang. Untuk mengonsumsinya, Maya merebus tujuh daun segar dalam dua gelas air hingga tersisa segelas. Ia mengonsumsi air rebusan itu dua kali sehari. Baru sepekan mengonsumsi, pusing dan sakit kepala yang kerap mendera sirna.

Pada Maret 2012, Maya memeriksa tekanan darah. Alhasil, tekanan darah normal, yakni 120/80 mmHg. Total kolesterol pun turun menjadi 180 mg/dl. Belakangan Maya memesan daun binahong kering dalam kemasan kantong seperti teh celup. Sejak itu daun binahong celup menjadi bekal wajib saat bekerja. “Itu untuk berjaga-jaga. Kalau tiba-tiba sakit kepala kambuh, tinggal minum binahong. Kalau beli yang segar khawatir busuk,” ujarnya.

Diduga saponin

Secara empiris, daun binahong manjur mengatasi kolesterol. Namun, bukti ilmiah khasiat binahong menurunkan hiperkolesterol belum Trubus dapatkan. Menurut famakolog di Pusat Studi Obat Bahan Alam Universitas Indonesia, Prof Dr Sumali Wiryowidagdo MSi Apt, sudah lama masyarakat memanfaatkan binahong sebagai penurun tekanan darah tinggi, kolesterol, dan gula darah, serta mempercepat penyembuhan luka. “Saat ini sedang berlangsung beberapa penelitian potensi binahong sebagai antikanker,” ujarnya.

Guru besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Prof Dr Elin Yulinah Sukandar Apt, menuturkan baru saja menyelesaikan penelitian potensi binahong untuk diabetes dan penurun kolesterol. “Hasilnya bagus. Tapi penelitian itu baru bisa dipublikasikan di jurnal kedokteran, belum bisa dipublikasikan secara umum,” katanya. Hasil penelitian Sri Murni Astuti dan rekan-rekan dari Universiti Malaysia Pahang, yang dimuat dalam Journal of Agricultural Science, secara tidak langsung memberi jawaban tentang duduk perkara khasiat tanaman merambat itu untuk mengendalikan kolesterol darah.

Dalam penelitian itu Sri berhasil mengidentifikasi senyawa saponin pada daun binahong yang mencapai rata-rata 28,14 mg/g, batang 3,65 mg/g, dan umbi 43,15 mg/g. Sumali menduga zat yang berkhasiat menurunkan kadar kolesterol dan gula darah pada binahong adalah triterpenoid saponin seperti boussingide A1 atau larreagenin A. Sifat umum saponin adalah menghambat biosintesis kolesterol dengan cara menghambat kerja enzim yang bekerja pada tingkat fosforilasi, yakni hydroxymethylglutaryl-CoA reductase atau pada pengambilan molekul asetat aktif (acetyl CoA) pada perpanjangan rantai lemak. “Tapi dugaan itu perlu diteliti lebih lanjut,” ujarnya.

Dokter dan herbalis di Kota Malang, Jawa Timur, dr Zaenal Gani, berpendapat binahong berfaedah memperlancar peredaran darah. “Daun binahong memiliki efek hangat, terutama umbinya,” tutur Gani. Namun, heart leaf-sebutannya di Inggris-kalah populer ketimbang herbal lain. Masyarakat lebih mengenal binahong sebagai tanaman hias untuk penghias pagar atau pergola.

Di mancanegara pun demikian. Hanya beberapa negara yang secara tradisional memanfaatkan binahong sebagai herbal, seperti Kolombia, Taiwan, Filipina, dan Vietnam. Di beberapa negara seperti di Australia dan Selandia Baru binahong justru menjadi gulma yang meresahkan karena pertumbuhannya sangat cepat. Oleh karena itu berbagai penelitian berkaitan dengan cara membasmi tanaman merambat itu. Sementara kaitannya dengan kesehatan masih terbatas.

Menurut herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana, secara tradisional binahong lebih populer sebagai obat penyembuh luka. Itulah sebabnya Lina lebih banyak memanfaatkan binahong untuk mengobati luka, seperti luka akibat kanker payudara stadium IV.

Melindungi hati

Amankah mengonsumsi daun binahong? Penelitian tentang keamanan daun binahong memang belum ada yang melakukan. Menurut Elin, indikator keamanan herbal biasanya dilihat dari kondisi organ hati dan ginjal setelah mengonsumsi herbal. Pada beberapa penelitian tentang binahong menunjukkan, konsumsi kerabat gendola itu justru berefek melindungi hati alias hepatoprotektor dan memperbaiki fungsi ginjal.

Contohnya pada penelitian Dra Salmah Orbayinah Apt MKes dan Adhita Kartyanto, dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan, kadar alkalin fosfat (ALP) serum pada kelompok hewan uji sebelum dan sesudah diberi ekstrak binahong tidak jauh berbeda. Sementara kadar ALP pada kelompok kontrol melonjak signifikan. Peningkatan kadar ALP biasanya pada pasien penyakit hati seperti sirosis, hepatitis, perlemakan hati, tumor hati, dan intoksikasi obat. (baca Fakta Sahih Daun Jantung, halaman 24-25)

Konsumsi binahong juga memperbaiki kondisi ginjal, seperti dialami Suyanto di Pekanbaru, Provinsi Riau. Ayahanda Sri Widyanti itu menderita gangguan ginjal sehingga mesti cuci darah dua kali sepekan. Sejak dua bulan lalu mengonsumsi daun binahong dua kali sehari. Ia juga mengonsumsi obat hipertensi, jantung, dan pengencer darah. Alhasil, kadar kreatinin turun dari 15 mg/dl menjadi 10 mg/dl, normal 0,6-1,3 mg/dl. Angka itu memang masih jauh lebih tinggi ketimbang normal. Itulah sebabnya hingga kini Yanto masih rutin mengonsumsi air rebusan daun binahong. Efek binahong terhadap gangguan ginjal itu sejalan dengan hasil penelitian Elin dan rekan di Sekolah Farmasi, Insititut Teknologi Bandung. (baca Binahong Stop Gagal Ginjal, Trubus edisi Desember 2011).

Namun, Zaenal Gani mewanti-wanti wanita hamil agar tidak mengonsumsi binahong karena dapat menyebabkan keguguran. Satu per satu faedah tanaman asal Amerika Selatan itu mulai terkuak. Tanaman yang semula sekadar menghias halaman rumah itu kini menjadi sandaran menggapai kesehatan. (Imam Wiguna/Peliput: Andari Titisari, Desi Sayyidari R, Susirani Kusumaputri, dan Tri Istianingsih)

Kontrol Glukosa Darah dengan Binahong

Kontrol Glukosa Darah- Diabetesi, makanlah binahong. Riset membuktikan daun Anredera cordifolia itu mampu menurunkan kadar gula darah secara signifikan.

Binahong

Muhammad Arif Maulana bukan hendak melepas tanggung jawab ketika hari itu ia meminta pulang kerja lebih awal. Perasaan lemah tak terkira sudah tak dapat dia tahan. “Saya tidak sanggup melanjutkan pekerjaan hari itu,” kata pegawai di sebuah badan usaha milik negara itu.

Arif juga mengeluh sering kesemutan. Keluhan itu sejatinya bukan pertama kali ia alami. Arif mulai merasakan lelah, letih, dan lemas sejak 10 tahun silam. Namun, karena gejalanya dianggap ringan ia abai untuk memeriksakan diri ke dokter.

Gaya hidup

Namun, kali ini pria 39 tahun itu memaksakan diri untuk mengecek kesehatan kepada dokter. Hasil tes darah mengejutkan: kadar gula darah mencapai 300 mg/dl. Kadar gula darah normal 200 mg/dl. Hasil pemeriksaan itu menunjukkan Arif diabetesi alias menderita diabetes mellitus.

Menurut dr Eliya MARS di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, diabetes mellitus merupakan penyakit kelainan metabolisme tubuh akibat kurangnya hormon insulin. Hormon yang diproduksi di pankreas itu bekerja mengolah glukosa agar lebih mudah diserap tubuh untuk aktivitas sel. Kekurangan hormon insulin menyebabkan glukosa tidak dapat diserap tubuh.Tubuh pun kekurangan energi sehingga menjadi lemas seperti Arif alami.

“Diabetes yang berkepanjangan dapat menyebabkan mata rabun, tuli, jantung koroner, gangguan ginjal, serta impotensi,” tutur dr Eliya. Kadar gula darah tinggi membuat pembuluh darah jadi rapuh. Data Profil Kesehatan Indonesia menunjukkan, pada 2005-2006 diabetes berada pada peringkat ke-9 penyakit tidak menular penyebab kematian di rumahsakit di seluruh Indonesia. Pada 2007, posisi itu naik menjadi peringkat ke-6 dengan jumlah kematian 5,7%.

Dunia kedokteran mengenal 2 jenis diabetes, yakni diabetes tipe 1 dan 2. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh kerusakan sel beta pankreas akibat autoimun, sehingga terjadi defisiensi insulin. Diabetes tipe 2, lebih disebabkan gaya hidup tidak sehat seperti pola makan, obesitas, kurang olahraga, dan kesibukan. Sebanyak 90% penderita diabetes adalah tipe 2.

Binahong

Tingginya kadar gula darah Arif diduga karena kebiasaannya mengonsumsi minuman ringan sejak usia 25 tahun. Meski dokter melarang untuk mengonsumsi minuman ringan, ia kerap mengonsumsinya. Eliya menuturkan, minuman ringan yang mengandung pemanis buatan dapat mengganggu metabolisme tubuh. Itu karena glukosa di dalam olahan itu sulit diserap sel tubuh. Akibatnya kadar glukosa darah tubuh meningkat.

Dokter memberi obat penurun gula darah. “Setelah konsumsi obat, lemas hilang. Jika efek obat habis, lemas kembali terasa,” jelas ayah 3 anak itu. Sayang Arif tidak rutin mengecek kadar gula darah. Empat tahun lamanya Arif menyandarkan kesembuhan pada obat dokter. Namun, kondisi kesehatannya naik-turun bagaikan gerakan yoyo. Bahkan konsumsi obat yang terlalu lama berujung pada gangguan ginjal. Maka sejak 2006 ia memutuskan menghentikan konsumsi obat dokter.

Pada Januari 2012, seorang tetangga menyarankan untuk mengonsumsi daun binahong. Kebetulan tanaman merambat dari keluarga Basellaceae itu tumbuh di halaman rumah tetangga. Arif meminta 11 daun, mencuci bersih, lalu menyantap mignonette vine itu sebagai lalapan setiap hari.

Berbarengan dengan itu Arif juga mengonsumsi satu sendok makan madu setiap pagi dan sore, serta 15 kapsul jintan hitam per hari. Informasi yang ia dapat jintan hitam mengurangi kesemutan dan membantu mempercepat menurunkan kadar gula darah. Arif juga berpantang makan daging, sirop, minuman ringan, dan nasi terlalu banyak.

Setelah 3 bulan rutin mengonsumsi daun binahong segar, kondisi Arif mulai membaik. “Capek dan lemas hilang, badan terasa enteng, buang air kecil juga lancar,” tuturnya. Hingga kini Arif memang belum memeriksakan diri lagi ke dokter lagi untuk mengecek kadar gula darah.

Terbukti ilmiah

Namun, khasiat binahong sebagai antidiabetes terbukti secara ilmiah. Dr Farida Hayati MSi Apt dan Mir A Kemila dari Jurusan Farmasi Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, menguji daun Anredera cordifolia secara praklinis pada hewan percobaan telah diberi 125 mg aloksan/kg bobot badan (BB) agar menjadi diabetes. Periset membagi hewan uji ke dalam 5 kelompok. Kelompok I sebagai kontrol negatif yang hanya diberi akuades.

Sementara kelompok II sebagai kontrol positif. Pada kelompok itu Farida memberikan glibenklamid, obat hipoglikemik oral golongan sulfonylurea yang telah terbukti secara klinis. Pada kelompok III-V, Farida memberikan infus air rebusan daun binahong kering dengan dosis masing-masing 0,2 g, 0,41 g, dan 0,81 g per 200 g bobot badan (BB) tikus.

Hasilnya, pemberian daun binahong mampu menurunkan glukosa darah tikus pada hari ke-8 dan ke-16. Efek paling optimal terlihat pada kelompok hewan yang diberi infus air rebusan 0,81 g daun binahong kering per 200 g BB. Dosis itu mampu menurunkan glukosa darah hingga 24,29%. Jumlah itu hampir sama dengan kontrol positif yang mencapai 24,75%. Artinya, keampuhan air rebusan daun binahong hampir setara obat penurun gula darah.

“Kemungkinan kandungan flavonoidnya yang berperan menurunkan glukosa darah,” ujar Farida Hayati, doktor alumnus Universitas Gadjah Mada itu. Flavonoid memiliki cincin benzene dan gugus gula yang reaktif terhadap radikal bebas dan dapat bertindak sebagai senyawa penangkap radikal bebas penyebab diabetes.

Para herbalis juga meresepkan binahong untuk membantu mengatasi diabetes. “Binahong bersifat membersihkan darah sehingga darah kembali normal,” ujar herbalis di Bintaro, Tangerang Selatan, Lukas Tersono Adi. Herbalis yang meresepkan binahong sejak 2004 itu juga menyarankan konsumsi binahong kepada pasien kolesterol, darah tinggi, kanker, dan kista. Binahong juga yang membebaskan Arif dari diabetes mellitus. (Desi Sayyidati Rahimah/Peliput: Susirani Kusumaputri dan Nabila Chairunnisa)

Wajah Bersih Berkat Binahong

Wajah Bersih Berkat Binahong – Nurul Atjiyah kerap mendapat pertanyaan dari rekan-rekan,” Ke salon yang mahal, ya?” Itu karena penampilan Atjiyah yang bersih dan mulus. Di permukaan wajahnya tak ada lagi flek. Padahal, rahasianya adalah memanfaatkan daun binahong. Perempuan 46 tahun itu menghaluskan 4-5 daun binahong, lalu balurkan ke wajah sebagai masker. Perempuan di Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat, itu itu menggunakan masker binahong setiap dua hari sekali sebelum tidur.

Binahong

Ia lalu membersihkannya pada pagi hari. “Sebulan menggunakan masker binahong kulit istri saya menjadi lebih halus, flek di wajah hilang, dan pori-pori mengecil,” ujar Bambang Yuwono, suami Nurul Atjiyah. Kini Nurul tak perlu lagi membayar mahal untuk merawat di klinik kecantikan. Padahal, sebelumnya selama enam bulan ia mondar-mandir ke dokter kecantikan untuk mengatasi flek-flek di wajah. Namun, flek di wajah tak berkurang.

Khawatir penggunaan obat sintetis kimia dalam jangka panjang berefek buruk bagi kulit wajah, Bambang lalu menyarankan istrinya untuk menggunakan masker binahong. “Binahong berkhasiat sebagai penyembuh luka,” ujarnya. Itu terbukti saat Bambang sembuh dari luka lambung akibat mag akut setelah mengonsumsi binahong pada 2005. Setelah mencoba, flek hilang, wajah Nurul Atjiyah pun bersih. Nurul tetap menggunakan masker binahong untuk perawatan wajah sekali dalam sepekan. Untuk menjadi cantik tidak harus membayar mahal. Cukup selembar daun binahong, wajah pun cantik alami. (Desi Sayyidati Rahimah)